Aparat Israel Aniaya Muslimah di Masjid Al Aqsha


Aparat Israel aniaya muslimah Palestina (Midleeastmonitor.com)
Masjid Al Aqsha dalam kondisi genting. Hampir tiap hari sepanjang bulan ini gerombolan Yahudi melakukan serangan ke masjid suci ketiga umat Islam itu. Mereka menuntut pelaksanaan pembagian Masjid Al Aqsha untuk bisa digunakan Yahudi di pagi hari dan disterilkan dari umat Islam.
Umat Islam secara tegas menolak pembagian Masjid Al Aqsha yang diputuskan secara sepihak oleh pemerintah Zionis Israel. Puluhan muslimah berinisiatif melakukan aksi menjaga Masjid Al Aqsha. Sengaja ibu-ibu usia tua yang menjaga Masjid Al Aqsha agar tidak timbul bentrokan. Namun, rupanya aparat Israel tetap beringas.
Sedikitnya dua muslimah yang menjaga Masjid Al Aqsha dianiaya, Rabu (16/9/2015) lalu. Mowafak al-Hamami (50 tahun) dan Hamza Nimer (35) menjadi sasaran penganiayaan itu hingga mengalami luka-luka. Mereka pun kemudian dilarikan ke rumah sakit Makased.
Sehari setelahnya, gerombolan Yahudi kembali menyerbu Masjid Al Aqsha. Mereka berkeliling di halaman masjid dengan pengawalan ketat pasukan Israel, Kamis (17/9/2015).
Sebelumnya, Israel mengeluarkan daftar hitam berisi 40 nama muslimah yang dilarang ke Masjid Al Aqsha. Sejak daftar hitam itu dikeluarkan, ibu-ibu muslimah Palestina menggelar aksi menjaga Masjid Al Aqsha.
Najah Abu Zinah (51 tahun), seorang pengajar di Masjid Al Aqsha menceritakan pada Infopalestina, bahwa dirinya merupakan salah satu wanita yang dilarang masuk masjid Al Aqsha. Padahal ia adalah pengajar yang telah lama mengabdi di Masjid Al Aqsha.
Najah mengungkapkan, ibu-ibu Palestina tidak hanya mendapatkan cacian dari aparat keamanan Zionis. Mereka juga sempat dipukuli dan disemprot gas air mata. [Ibnu K/Bersamadakwah]